KEPULAUAN SELAYAR, – Tim gabungan yang terdiri atas Basarnas, TNI, Polri, Syahbandar, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar, relawan, serta nelayan setempat masih terus melakukan verifikasi data dan identitas penumpang KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Kecamatan Pasimasunggu, Kabupaten Kepulauan Selayar.
Hingga Kamis (16/7/2026), proses pendataan dan pencocokan identitas masih berlangsung secara dinamis di Posko Penanganan KM Nurul Salsa. Berdasarkan dokumen manifes serta hasil pendataan sementara di lapangan, tercatat sebanyak 21 penumpang yang berada dalam daftar manifes telah dipastikan selamat.
Sementara itu, tim gabungan juga mendata sekitar 24 nama yang diduga merupakan korban dalam insiden tersebut. Namun, seluruh data tersebut masih dalam tahap verifikasi sehingga belum dapat dijadikan angka resmi.
Proses pendataan menjadi lebih kompleks karena adanya dugaan sejumlah penumpang ikut berlayar tanpa tercantum dalam daftar manifes resmi kapal. Kondisi ini menyebabkan tim harus melakukan pencocokan identitas secara menyeluruh dengan melibatkan keluarga korban dan berbagai pihak terkait.
Anggota Polsek Pasimasunggu, Bayu Satria, menegaskan bahwa hingga saat ini pihak berwenang belum dapat memastikan jumlah korban selamat maupun korban meninggal dunia.
“Saat ini kami belum bisa memastikan berapa korban yang belum selamat dan meninggal karena masih berusaha melakukan pencarian,” ujar Bayu saat dikonfirmasi, Kamis (16/7/2026).
Operasi pencarian di perairan Pasimasunggu masih terus diintensifkan oleh tim SAR gabungan dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia. Pemerintah bersama unsur terkait juga mengimbau keluarga korban dan masyarakat agar tetap tenang serta hanya mengacu pada informasi resmi yang disampaikan Posko Penanganan KM Nurul Salsa, guna menghindari beredarnya informasi yang belum terverifikasi. (Sc: selayarkini)











