Indonesia Visual Art Archive Tampilkan Film Dokumenter Cerita Rakyat Selayar

bukaberita.id, KEPULAUAN SELAYAR – Indonesian Visual Art Archive tampilkan film dokumenter cerita rakyat Selayar di Aula Kantor Lurah Putabangun, Kecamatan Bontoharu, Kepulauan Selayar pada selasa (22/02/2023) malam.

Dikutip dari halaman websitenya, Indonesian Visual Art Archive (IVAA) didirikan April 2007 sebagai organisasi nirlaba yang berkembang dari Yayasan Seni Cemeti (1995-2007). Dalam kerjanya, Indonesian Visual Art Archive (IVAA) menggerakkan unsur-unsur pengumpulan dan eksplorasi arsip, sekaligus fasilitasi penelitian melalui Internet dan ruang fisiknya di Yogyakarta.

Lisis selaku bagian dari Indonesian Visual Art Archive menyampaikan bahwa ketertarikan mereka untuk datang ke Selayar berawal dari informasi yang diperoleh bahwa Kepulauan Selayar memiliki sejarah, budaya dan peradaban tua.

Teman – teman dari Indonesian Visual Art Archive ini telah melakukan eksplorasi dan dokumentasi di daratan Kepulauan Selayar, selanjutnya hasilnya akan di tayangkan bersama masyarakat. Hasil eksplorasi dan dokumentasi inilah yang akan menjadi arsip sejarah dan budaya di Kepulauan Selayar.

Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi bahan edukasi bagi masyarakat khususnya anak muda sekarang untuk terus menjaga dan melestarikan sejarah dan budaya yang ada di Indonesia khususnya yang ada di Kepulauan Selayar.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan diskusi bersama masyarakat mengenai cerita rakyat, sejarah dan kebudayaan yang ada di Kepulauan Selayar.

“Sejarah kepatuhan masyarakat dahulu di Kepulauan Selayar itu berdasarkan Kapalli’ (pamali) dan Kasintapang (kepuhunan)“, ucap Yanuar Taufik, S.Sos selaku Kepala Lingkungan Tabang Baru pada sesi diskusi

Achmad Raisal selaku Lurah Putabangug berharap kegiatan dokumentasi ini dilanjutkan, karena masih menurutnya masih banyak cerita, sejarah dan budaya yang ada di Kepulauan Selayar.

“Masih banyak yang perlu diteliti dan diulas kembali di kepulauan Selayar. Sejarah kita cukup banyak, namun kita hanya mengetahui kulit-kulitnya saja”, Ucapnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *