Bupati Natsir Ali Kukuhkan Prof. Abdul Kadir Pimpin PERMAS, Serukan Kolaborasi untuk Selayar

KEPULAUAN SELAYAR,  — Bupati Kepulauan Selayar melantik dan mengukuhkan Prof. dr. H. Abdul Kadir, Ph.D., Sp.BKL.(K), MARS. sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Masyarakat Selayar (PERMAS) masa bakti 2026–2031, di Auditorium RS Kemenkes (CPI) Kota Makassar, Minggu (6/9/2026).

Prosesi pengukuhan ditandai dengan penyerahan bendera pataka PERMAS kepada Prof. Abdul Kadir sebagai simbol penyerahan amanah dan tanggung jawab untuk memimpin organisasi masyarakat Selayar tersebut lima tahun ke depan.

Pelantikan dan Rakernas XI DPP PERMAS ini menjadi momentum konsolidasi masyarakat Selayar, tidak hanya yang berada di tanah kelahiran, tetapi juga seluruh warga Selayar yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Dalam sambutannya, Bupati Kepulauan Selayar menyampaikan selamat kepada Prof. Abdul Kadir serta seluruh jajaran pengurus DPP PERMAS masa bakti 2026–2031.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum DPP PERMAS sebelumnya, Dr. H. Syamsul Rizal MI, S.Sos., M.Si., atas pengabdian dan kontribusinya selama memimpin PERMAS.

Menurut Bupati, pergantian kepemimpinan bukan sekadar pergantian struktur organisasi, tetapi harus menjadi momentum untuk bergerak lebih cepat, berpikir lebih jauh, dan menghadirkan kerja nyata bagi daerah.

Dengan tema “Bersatu dan Berkolaborasi untuk PERMAS yang Maju dan Mandiri”, Bupati menegaskan bahwa pembangunan Selayar membutuhkan kekuatan bersama.

“Pemerintah punya kewenangan, tetapi masyarakat memiliki kekuatan. PERMAS memiliki jaringan. Diaspora Selayar memiliki pengetahuan, pengalaman, profesi dan akses.

Jika semua ini kita satukan, maka kekuatan Selayar akan jauh lebih besar,” tegasnya.

Bupati berharap PERMAS dapat berkembang menjadi mitra strategis pemerintah daerah, khususnya dalam membuka akses pasar, investasi, pendidikan, teknologi, lapangan kerja, serta berbagai peluang pembangunan bagi Selayar.

Ia juga mendorong adanya database masyarakat Selayar di perantauan, sehingga potensi sumber daya manusia Selayar yang tersebar di berbagai daerah dapat terhubung dan dikolaborasikan untuk kemajuan daerah.

“Mari kita ubah jaringan menjadi peluang dan gagasan menjadi gerakan,” ujarnya.

Bupati kemudian memaparkan sejumlah agenda pembangunan daerah, termasuk penguatan ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi melalui sektor pertanian dan perikanan.

Sementara itu, Ketua Umum DPP PERMAS yang baru, Prof. dr. H. Abdul Kadir, Ph.D., Sp.BKL.(K), MARS., menegaskan komitmennya membawa PERMAS menjadi organisasi yang tidak hanya pandai berbicara tentang Selayar, tetapi mampu bekerja dan memberikan kontribusi nyata.

Prof. Kadir menegaskan, PERMAS harus hadir sebagai organisasi yang bergerak, bekerja, dan memberikan pendapat serta masukan kepada pemerintah daerah dalam rangka membangun Selayar.

“Jangan hanya kita pandai berbicara tentang Selayar, tetapi kita ingin bekerja untuk Selayar,” tegas Prof. Kadir.

Menurutnya, Selayar bukan hanya mereka yang tinggal di Kabupaten Kepulauan Selayar. Masyarakat Selayar juga adalah mereka yang telah merantau dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Karena itu, PERMAS ke depan diharapkan menjadi wadah yang mampu menyatukan seluruh potensi tersebut.

“Kita harus bangga sebagai seorang Selayar,” katanya.

Prof. Kadir juga menegaskan bahwa PERMAS harus menjadi rumah besar masyarakat Selayar, terutama bagi kalangan profesional, pengusaha, pemuda, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat tanpa melihat latar belakang maupun asal-usulnya.

“PERMAS harus menjadi rumah besar bagi profesional Selayar, pengusaha Selayar, pemuda Selayar, dan rumah bagi seluruh masyarakat Selayar tanpa melihat asal-usulnya,” ujarnya.

Ia juga menyinggung keberadaan sekitar 45 kerukunan masyarakat Selayar yang tersebar di berbagai daerah.

Menurutnya, seluruh kerukunan tersebut harus menjadi bagian dari kekuatan besar PERMAS dan dapat disatukan dalam semangat persaudaraan serta pengabdian untuk kampung halaman.

“Kalau kita bersatu, kekuatan kita besar. Ada 45 kerukunan masyarakat Selayar. Semuanya harus menyatu dalam PERMAS,” tegasnya.

Prof. Kadir berharap kepengurusan baru tidak berhenti pada struktur organisasi dan kegiatan seremonial, tetapi mampu melahirkan program yang konkret dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan kepemimpinan baru tersebut, PERMAS diharapkan menjadi jembatan yang menghubungkan potensi masyarakat Selayar di perantauan dengan kebutuhan pembangunan di kampung halaman.

Bukan sekadar berbicara tentang Selayar, tetapi bekerja untuk Selayar. Bukan sekadar bangga menjadi orang Selayar, tetapi hadir dan memberi manfaat bagi Selayar. (IC)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *