Pemkab Selayar Gandeng Unhas Susun FS Industri Pengolahan Kelapa, Dorong Hilirisasi Bernilai Tambah

KEPULAUAN SELAYAR — Bupati Kepulauan Selayar H. Muhammad Natsir Ali mulai menggeser arah pengelolaan komoditas kelapa dari sekadar perdagangan bahan mentah menuju industri bernilai tambah. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar kini menggandeng Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk menyusun Feasibility Study (FS) pembangunan industri pengolahan kelapa. Jumat (21/8/2026)

Natsir Ali mengatakan, hilirisasi menjadi langkah penting agar potensi kelapa tidak terus keluar dari Selayar tanpa memberikan nilai ekonomi maksimal bagi daerah.

“Kita tidak ingin kekayaan kelapa hanya meninggalkan daerah dalam bentuk bahan mentah. Kelapa harus diolah, diberi nilai tambah, dan menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakat serta meningkatkan pendapatan daerah,” kata Bupati Natsir Ali.

Langkah tersebut mulai memasuki tahap teknis. Tim penyusun FS Unhas turun langsung melakukan koordinasi dengan Pemkab Selayar hingga meninjau kawasan AGROPENA di Desa Bungaiya, Kecamatan Bontomatene.

Di lokasi, tim mengkaji sejumlah faktor yang menentukan kelayakan industri, mulai dari kondisi dan luas lahan, ketersediaan air baku dan energi, pengelolaan limbah, posisi permukiman hingga akses menuju Pelabuhan Pamatata.

Pemkab Selayar menyiapkan opsi lahan hingga 10 hektare. Namun, tim Unhas menilai kebutuhan awal sekitar 5 hektare sudah cukup untuk memulai pembangunan, dengan ruang pengembangan yang telah tersedia untuk tahap berikutnya.

Bagi Natsir Ali, kesiapan lahan merupakan salah satu fondasi awal. Tahap berikutnya adalah memastikan industri yang dibangun benar-benar layak secara regulasi, teknis, sosial, lingkungan, serta finansial dan ekonomi.

FS Unhas juga disiapkan sebagai dokumen dasar untuk membuka pembicaraan investasi dengan calon investor industri kelapa asal India yang akan melakukan kunjungan ke Unhas. Kajian tersebut akan menjadi pijakan dalam menentukan skala industri, termasuk kapasitas pengolahan kelapa per hari.

“Setiap buah kelapa yang tumbuh di Selayar harus mampu menghadirkan nilai ekonomi yang lebih besar bagi petani, pelaku usaha, tenaga kerja, dan daerah,” tegasnya.

Natsir Ali menyebut pembangunan industri kelapa membutuhkan kerja bersama melalui kolaborasi akademisi, investor, masyarakat, dan pemerintah. Pemerintah, kata dia, harus memastikan potensi komoditas tidak berhenti pada produksi, tetapi berlanjut menjadi industri dan lapangan ekonomi baru.

Upaya itu diperkuat melalui Program GEMERLAP sebagai investasi jangka panjang untuk menjamin ketersediaan bahan baku.

“Industri yang dibangun hari ini bukan sekadar bangunan dan mesin. Kita ingin membangun warisan ekonomi yang dapat dirasakan generasi Selayar mendatang,” ujar Bupati Natsir Ali. (Sc: Humas Selayar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *