Makassar — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan yang diprakirakan berlangsung hingga 1 Maret 2026. Peringatan ini disampaikan menyusul meningkatnya potensi curah hujan tinggi di berbagai daerah dalam beberapa hari ke depan.
BMKG menjelaskan, kondisi atmosfer saat ini menunjukkan adanya kombinasi beberapa fenomena dinamika cuaca, seperti aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, gelombang Rossby, serta konvergensi angin yang memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan di wilayah Sulawesi Selatan.
Akibatnya, sejumlah daerah berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, yang dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga pohon tumbang.
BMKG juga mengingatkan masyarakat pesisir dan pengguna transportasi laut agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi yang diprakirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter di beberapa perairan Sulawesi Selatan. Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran dan perikanan.
Sehubungan dengan hal tersebut, BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk memperkuat kesiapsiagaan. Langkah antisipatif yang disarankan antara lain memastikan kelancaran drainase, menjaga kebersihan lingkungan, serta memantau perkembangan informasi cuaca resmi secara berkala.
BMKG menekankan bahwa kewaspadaan dini dan koordinasi semua pihak sangat diperlukan guna meminimalkan dampak yang dapat ditimbulkan oleh potensi cuaca ekstrem tersebut. (**)











