KEPULAUAN SELAYAR — Operasi pencarian dan penyelamatan KLM Nurul Salsa yang mengalami mati mesin di perairan sekitar Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, masih terus berlangsung hingga Rabu malam (15/7/2026). Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, Sat Polairud Polres Kepulauan Selayar, pemerintah daerah, serta unsur terkait lainnya terus berupaya menjangkau kapal yang terombang-ambing akibat kerusakan mesin.
Di tengah proses penyelamatan, data manifest kapal mulai terungkap. Berdasarkan data dari agen penjualan tiket KLM Nurul Salsa di Pelabuhan Jampea, Kecamatan Pasimasunggu, kapal tersebut mengangkut 46 penumpang dengan total muatan sekitar 17 ton.
Muatan kapal terdiri atas 10 ton beras, 2 ton kopra, dan 5 ton arang, serta membawa empat ekor sapi dan enam unit sepeda motor.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, enam penumpang telah berhasil dievakuasi setelah dijemput oleh pihak keluarga menggunakan kapal balapan dari Pulau Polassi. Kapal tersebut hanya mampu mengangkut enam orang dalam sekali pelayaran karena keterbatasan kapasitas.
Upaya penjemputan menggunakan kapal berukuran lebih besar sempat dilakukan. Namun, kondisi cuaca yang dipengaruhi angin musim timur dengan gelombang tinggi memaksa kapal tersebut kembali sebelum mencapai lokasi demi keselamatan awak kapal.
Sementara itu, KLM Nurul Salsa dilaporkan masih dalam kondisi terapung. Air yang sebelumnya masuk ke ruang mesin berhasil dipompa keluar menggunakan pompa alkon sehingga kondisi kapal tetap stabil sambil menunggu bantuan tiba.
Di sisi lain, KRI Marlin milik Koarmada VI Makassar terus bergerak menuju lokasi setelah menerima titik koordinat terakhir kapal. Posisi KLM Nurul Salsa diperkirakan berada di perairan antara Nambolaki dan Bahuluang.
Tim SAR gabungan terus berkoordinasi untuk mempercepat proses evakuasi terhadap sekitar 40 penumpang yang masih berada di atas kapal, dengan harapan seluruh korban dapat segera dievakuasi dengan selamat meski cuaca masih menjadi tantangan utama dalam operasi tersebut. (**)











