Headline Indeks Nusantara

Ternyata, AstraZeneca Sudah Ada Di Indonesia Sejak 1971

Ilustrasi/Ist

BUKABERITA – Salah satu vaksin Covid-19 yang disuntikkan kepada masyarakat Indonesia adalah merk AstraZeneca. Perusahaan farmasi dan biofarmasi multinasional ini rupanya sudah ada di Indonesia jauh sebelum pandemi Covid-19 melanda.

Direktur AstraZeneca Indonesia Rizman Abudeiri mengungkapkan, perusahaan sudah sejak 50 tahun lalu menjalankan bisnis obat-obatan di Indonesia. Tapi, orang baru tahu sekarang setelah AstraZeneca menjadi salah satu merk vaksin yang digunakan di berbagai negara termasuk Indonesia.

“Kami di Indonesia sejak 1971. Kurang lebih sesudah 50 tahun yang lalu. Keberadaan kami di Indonesia sesuai dengan apa yang dilakukan oleh perusahaan global kami adalah global multinational pharmaceutical company,” ujar Rizman dalam diskusi virtual, kemarin.

Sebelum meluncurkan vaksin Covid-19, AstraZeneca sudah memasok banyak obat ke seluruh dunia. Umumnya yang diproduksi perusahaan adalah obat berdasarkan resep dokter. Beberapa produk yang dipasarkan antara lain AstraZeneca Symbicort yakni suplemen kesehatan paru, AstraZeneca Pulmicort, Onglyza, dan AstraZeneca Novaldex.

“Basis kami ada di Inggris dan Swedia. Sebenarnya kami selama ini sudah banyak mengedarkan obat-obatan di seluruh dunia termasuk Indonesia, seperti obat kanker,” bebernya.

Rizman mahfum, meski sejak tahun 1971 beroperasi, tapi nama AstraZeneca baru ramainya sekarang. Nama AstraZeneca belakangan ramai karena menjadi salah satu merk vaksin yang sempat diterpa kabar tentang efek samping atau Kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Namun Rizman memastikan, vaksin yang diproduksi perusahaannya sudah aman.

“Setiap akan masuk ke berbagai negara ada tahapannya, termasuk di Indonesia. Sudah ada proses izin edarnya,” jelasnya.

Dia menceritakan pada saat pandemi Covid-19 berlangsung pihaknya melakukan kerja sama dengan Oxford University. Oxford sebagai institusi penelitian mengajak AstraZeneca untuk ikut mengatasi pandemi dengan vaksin.

“Perjanjiannya adalah AstraZeneca dan Oxford mengembangkan vaksin AstraZeneca ini yang pertama dengan prinsip no profit no loss, jadi kami tidak mengambil keuntungan dari vaksin,” beber Rizman.

AstraZeneca dalam perjanjiannya juga diwajibkan untuk mengedarkan atau memproduksi serta mendistribusikan vaksin sebesar mungkin ke semua negara. Harus diproduksi merata.

Dengan kesepakatan itu maka sampai hari ini sudah lebih dari 400 juta dosis vaksin AstraZeneca yang disebarkan. AstraZeneca sudah memproduksi dan mengedarkan vaksin ke 165 negara. “Kami ini di 165 negara di mana vaksin ini dihadirkan juga selalu mengikuti perkembangan dari sisi safety maupun efikasi,” tuturnya.

AstraZeneca juga susah bekerja sama dengan COVAX Facility untuk mempercepat distribusi ke seluruh dunia. COVAX Facility adalah program bersama dari berbagai negara untuk mendukung akses penanggulangan Covid-19. [*]

sumber: rm.id

baca juga :

Pelindo III: Selama Idul Fitri, Pelabuhan Tetap Beroperasi

Ryal Stomaz and Robbie Gibson Explore The World’s Nature Through Drone

adminbukber

Crown Group Indonesia Optimis Kepercayaan Pasar Menguat