Headline Hukum Peristiwa

Satu Polisi Meninggal, Dalam Kasus Pedagang Dianiaya, Saat Buru Dua Pelaku

Kabag Penum Polri Kombes Ahmad Ramadhan
Kabag Penum Polri Kombes Ahmad Ramadhan

JAKARTA, Bukaberita – Satu anggota Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumatera Utara meninggal dunia akibat mengalami kecelakaan ketika memburu dua pelaku kasus penganiayaan terhadap seorang perempuan bernama Liti Wari Iman Gea alias LG (37), yang berprofesi sebagai pedagang, di Pasar Gambir, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumatera Utara.

“Polri berduka, di mana personel operasional Jatanras Direktorat Kriminal Umum Polda Sumut yang sedang bertugas melaksanakan penyelidikan terhadap keberadaaan dua tersangka pelaku penganiayaan saudari LG, di dalam melaksanakan tugasnya tim tersebut mengalami kecelakaan (mobil),” ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (14/10).

Pada saat kecelakaan, tim yang berada dalam satu mobil berjumlah empat orang. Satu anggota mengalami luka berat dengan kondisi kritis, dan tiga lainnya luka ringan.

“Tim bertugas sejak jam 10 malam dan sampai dini hari masih bertugas. Namun, tertimpa kecelakaan yang mana tadi pagi salah satu anggota (kritis) meninggal dunia,” kata Ramadhan.

Diketahui, polisi masih memburu dua pelaku yang diduga terlibat dalam kasus penganiayaan LG, di Pasar Gambir, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumatera Utara. Keduanya berinisial DD dan FR. Sementara, pelaku BS sudah ditangkap dan dilakukan penahanan di Polrestabes Medan.

LG merupakan seorang pedagang yang dianiaya sekelompok orang, di Pasar Gambir, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumatera Utara. Kasus ini kemudian menjadi sorotan lantaran LG selaku korban ternyata juga ditetapkan sebagai tersangka. Hal itu terjadi karena pascakejadian kedua belah pihak saling membuat laporan ke Polsek Percut Sei Tuan, dan kemudian keduanya ditetapkan sebagai tersangka.

Berdasarkan informasi, kasus penganiayaan itu bermula karena LG menolak memberikan uang keamanan sebesar Rp 500.000 yang diminta para pelaku. Aksi premanisme dan kekerasan itu pun terekam kamera, kemudian videonya viral di media sosial. (B.Jol/Jun.K)

BERITA TERKAIT