Ekonomi Headline Opini

Punya 3 Cara Percepat Reproduksi Perkutut Bangkok, Profesor F-MIPA Unesa Suyono

SURABAYA, Bukaberita  – Berawal dari hobi di luar pekerjaan sehari-hari sebagai Dosen F-MIPA Unesa, Prof DR Suyono MPd kini telah mempunyai peternakan burung perkutut Bangkok yang dikenal masyarakat luas penikmat anggungan perkutut.

Awak media pun mendapat kesempatan menggali informasi lebih dalam di kediaman mantan Dekan F-MIPA Unesa itu, Minggu (21/11) pagi di Bangkingan VII/24, Wisma Lidah Kulon, Lakarsantri, Surabaya.

Tak hanya rumah hunian, ternyata di lantai dua rumahnya digunakan sebagai markas ternak perkutut, Pakard Bird Farm, anggota Persatuan Pelestarian Perkutut Seluruh Indonesia (P3SI).

Suyono mengungkapkan bahwa ada 3 cara dia mempercepat proses reproduksi perkutut Bangkok miliknya, yakni yang pertama, anakan diasuh induknya sendiri. Kedua, setelah seminggu menetas, anakan dipindah titipkan ke babuan (puter pelung) atau orang tua asuh.

“Awalnya ternak murai batu, jalak Bali, cucak rowo tetapi rugi karena harga pasaran jatuh, awal pandemi 2020 saya kembali ke ternak perkutut. Dan kata orang saya jodoh di perkutut,” terangnya.

Saat ini koleksi perkutut miliknya ada 45 pasang dengan kisaran harga mulai Rp300 ribu hingga Rp5 juta. Sedangkan anakan yang siap dipasarkan ada 35 ekor. “Ini kita seleksi lewat suaranya untuk menentukan harga jual, lalu dipasarkan lewat Facebook maupun broadcast,” timpalnya.

Bagi pembaca yang ingin memperoleh perkutut betina, Suyono mengaku siap memberikan secara cuma-cuma alias gratis. “Kalau perkutut yang dilepas di taman-taman kota itu perkutut lokal, harganya mulai Rp6 ribu sampai Rp15 ribu,” katanya. (ASri)

BERITA TERKAIT