Ekonomi Headline

Petani Kekurangan dan Kebutuhan Nasional Belum Terpenuhi, Petrokimia Malah Ekspor Pupuk

aktifitas pengangkutan Pupuk di Pelabuhan Gresik beberapa waktu yang lalu ( Foto: Istimewa)

SURABAYA,Bukaberita – Pandangan yang sangat kontras dimasa pandemi Covid-19 kini muncul di kalangan petani. Hal tersebut terlihat ketika Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memproduksi pupuk subsidi maupun non subsidi, PT Petrokimia Gresik diduga melakukan ekspor pupuk ke beberapa negara, padahal banyak petani yang kekurangan pupuk, khususnya pupuk bersubsidi.

Hal tersebut diungkapkan oleh relawan Jokowi yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jaringan Organisasi Masyarakat Nusantara (Joman) Jawa Timur yang mengetahui proses ekspor pupuk dari melalui jalan laut di pelabuhan Gresik.

Ketua DPD Joman Jatim, Arief Choirie membenarkan jika pihaknya mengetahui Petrokimia melakukan ekspor pupuk kebeberapa negara, sedangkan kebutuhan pupuk secara nasional belum terpenuhi. “Lha Petrokimia ini punya rakyat Indonesia, bukan milik negara lain.
Penuhi dulu kebutuhan nasional sebelum berlomba lomba utk ekspor pupuk. Jadi catatan utk seluruh pabrik pupuk BUMN,””ujarnya di Surabaya, Rabu(28/7/2021).

Arie menambahkan janji direksi Petrokimia Gresik untuk memenuhi kebutuhan nasional pupuk guna mendukung program ketahanan pangan tidak ada yang terealisasi, Tetapi yang ada adalah ekspor pupuk sedangkan petani kesulitan mencari pupuk subsidi.

Ia meminta pihak Petrokimia menghentikan ekspor pupuk. ” Kemarin sudah ketahuan ekspor ke India pupuk urea sebanyak 45 ribu ton, ini keterlaluan, mestinya direksi punya hati nurani di tengah masa pandemi Covid-19,”tegasnya.

Sebelumnya, Joman Jatim mempertanyakan keberadaan pupuk subsidi yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Petrokimia Gresik untuk memenuhi kebutuhan para petani pada masa tanam kedua antara bulan Juli dan Agustus.

“Pupuk subsidi gak akan hilang, memang yang ngatur Pupuk Indonesia. Namun khan bisa jadi sentilan, ibarat ayam mati di lumbung padi, sebab saat ini daerah yang dekat Gresik masih sulit cari pupuk, padahal ada BUMN Petrokimia, ini masih musim hujan jadi masih ada musim tanam dan pasti perlu pupuk banyak petaninya,”ujar Ketua DPD Joman Jawa Timur, Arief Choirie, di Surabaya,Minggu(11/7/2021).

Joman mengkritisi kinerja Petrokimia yang mengelolah pupuk subsidi namun petani sulit cari pupuk subsidi. Arief menilai kinerja Petrokimia dari dulu hingga sampai sekarang tidak ada perubahan meskipun ganti jajaran direksi tetap saja petani susah dapat pupuk subsidi. (ew)

 

BERITA TERKAIT