Headline Hukum

Jadi Tersangka, Direktur TV Penyebar Hoax

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus (kedua kiri) memberikan keterangan mengenai penangkapan direktur tv swasta atas dugaan penyebaran berita bohong dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat 16 Oktober 2021.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus (kedua kiri) memberikan keterangan mengenai penangkapan direktur tv swasta atas dugaan penyebaran berita bohong dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat 16 Oktober 2021.

JAKARTA, Bukaberita – Kepolisian Polres Metro Jakarta Pusat, telah menetapkan Direktur PT Bondowoso Salam Visual Nusantara, berinisial AZ menjadi tersangka karena terkait menyebarkan berita bohong alias hoax, melalui kanal Aktual TV di Youtube.

Selain AZ, pihak polisi juga turut menetapkan dua orang tersangka lainnya, M dan AF, jadi tersangka.

“Pertama betul inisial AZ, direktur salah satu PT media televisi lokal di Jawa Timur, kedua tersangka M, dan yang ketiga saudara AF. Tiga orang tersangka yang sudah kita proses, kita amankan sekarang, karena menyebarkan berita bohong,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Jakarta, Jumat (15/10).

Yusri mengatakan, ketiganya ditangkap pada Agustus 2021 di wilayah Bondowoso, Jawa Timur.

Adapun peran AZ adalah sebagai pemilik kanal Youtube Aktual TV yang mempunyai ide dan mengarahkan dan menyortir hasil suntingan konten yang akan diunggah di kanal Aktual TV.

Tersangka kedua, M yang berperan sebagai mengelola kanal Youtube Aktual TV, melakukan editing, konten kreator, dan mengunggah konten.

Kemudian, tersangka ketiga AF yang berperan sebagai pengisi suara atau narator konten hoax yang diunggah di akun aktual TV.

Yusri juga menegaskan, penangkapan AZ tidak terkait dengan profesinya di Bondowoso Salam Visual Nusantara. Penangkapan AZ murni terkait dengan konten hoax yang dibuat dan disebarkan tersangka.

“Ada konten yang dibuat di Youtube namanya Aktual TV. Ini tidak terdaftar di Dewan Pers,” kata Yusri.

Atas perbuatannya ketiga tersangka dijerat dengan UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 Pasal 14 Ayat 1 ayat 2, Juncto Pasal 28 KUHP dengan ancaman 10 tahun penjara.

Saat ini berkas ketiga tersangka telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat dan dalam waktu dekat pihak kepolisian akan segera menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada pihak kejaksaan untuk disidangkan. (B.Jol/Red)

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT