Headline Hukum

Bupati Bogor Mengatakan Silahkan Untuk Adu Bukti di Pengadilan, Kasus Rocky Gerung VS Sentul City

BOGOR, Bukaberita – Bupati Bogor Ade Yasin akhirnya buka suara soal kisruh lahan antara Rocky Gerung bersama warga setempat dengan PT Sentul City di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Ade Yasin tak ingin terlalu banyak komentar mengenai kisruh sengketa lahan antarkedua kubu itu. Kendati demikian, Ade Yasin menyarankan agar kedua menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Lebih baik ke ranah hukum saja ya,” singkat Ade Yasin Selasa (14/9/2021).

Pemkab Bogor belum berencana menggelar mediasi untuk meluruskan persoalan antarkedua belah pihak.

“Karena belum ada surat aduan dari kedua belah pihak kepada kami, saya kira silakan saja ditempuh lewat hukum,” ujarnya.

Jika keduanya sama-sama memiliki bukti kuat kepemilikan lahan tersebut, sambung Ade Yasin, ia menyarankan agar sesegera mungkin kasus ini dibawa ke ranah hukum.

“Karena kedua belah pihak punya bukti valid masing-masing silakan saja diuji ke pengadilan,” tegasnya.

Sebelumnya, pengacara Rocky Gerung, Haris Azhar mengatakan, korban penyerobotan lahan oleh PT Sentul City tidak hanya dialami Rocky Gerung sendiri.

Katanya, sejumlah warga sekitar di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor juga ikut menjadi korban.

Haris Azhar menilai, penyerobotan tanah yang dilakukan Sentul City dilakukan secara curang. Hal tersebut berdasarkan temuan sejumlah fakta dari tim kuasa hukum Rocky Gerung. Baik dari segi hukum, administrasi maupun dari sisi ketentuan pertanahan.

Berdasarkan penelusurannya, hak guna bangunan (HGB) yang dikeluarkan PT Sentul City tidak sesuai dengan ketertiban administrasi yang berlaku.

“Kalau Sentul City mengklaim punya tanah 800 meter ini seharusnya PT Sentul City mengisi formulir pengajuan sertifikat itu dengan keterangan dan bukti otentik,” katanya Selasa kemarin.

Haris Azhar meyakini, lahan yang dibeli Rocky Gerung terbukti secara otentik dari orang yang mempunyai lahan sejak 1960-an.

“Orangnya masih hidup, buktinya otentik. Nah, kalo Sentul City coba buktikan,” tambah Haris. (Tom)

Sumber : Berita satu

 

 

BERITA TERKAIT