Headline Peristiwa Wisata

Berlomba Berkreasi ,Ratusan Barista Ikuti Lomba Bertajuk Local Coffe Heroes

SURABAYA, Bukaberita  – Ratusan barista dan penikmat kopi berbagai kota di Indonesia memeriahkan pentas ‘Local Coffee Heroes’ yang digelar Surabaya Coffee Era di Oval East Atrium Ciputra World Surabaya.

Di hadapan para juri bersertifikat nasional maupun internasional, para barista ini adu ketrampilan menghias kopi di ajang ‘Surabaya Latte Art’, Jumat (19/11), serta meracik kopi terenak pada acara ‘Surabaya Brewers Competition’, Sabtu (20/11).

Menurut Maria Dewi Rahmatia, founder Surabaya Coffee Era, ada enam nominasi ‘Local Coffee Heroes’, yaitu Male Barista, Female Barista, Coffee Influencer, Coffee Shop, Coffee Equipment Store, dan Coffee Roastery.

Diakui Maria, pesatnya pertumbuhan warung kopi atau coffee shop di Tanah Air, khususnya Surabaya melatari kegiatan tersebut. Maria melihat maraknya tempat kuliner dengan sajian utama kopi itu tak diimbangi dengan ketrampilan barista yang memadai.

“Banyak barista tidak capable. Karena banyak coffee shop ini yang hanya mengutamakan sajian es kopi dan susu, sudah cukup,”.

Maria tak menepis peran peran penting barista untuk menyajikan kopi sebagai minuman berkualitas masih diabaikan.

“Kegiatan ini untuk meningkatkan soft skill para barista. Kami bikin acara untuk memberi nilai lebih pada eksistensi barista,” tegasnya.

Maria menekankan, eksistensi barista yang terampil dan didukung oleh pengakuan para juri bersertifikat nasional maupun internasional ini tentunya juga berimbas pada image coffee shop.

“Pada gilirannya, ini juga edukasi pada masyarakat untuk menjadi penikmat kopi yang serius,” tandasnya.

Maria memaparkan, ‘Surabaya Latte Art’ diikuti 22 peserta, sedang peserta ‘Surabaya Brewers Competition’ ada 26 orang. Selain itu, kegiatan ‘Local Coffee Heroes’ yang berlangsung hingga Minggu (21/11) ini juga didukung 22 coffee shop yang memamerkan roastery masing-masing.

“Inti kegiatan ini adalah ajang silaturahmi, khususnya para barista dan pengelola coffee shop setelah selama dua tahun tidak bertemu dan mengalami penurunan pengunjung akibat PPKM,” katanya. Ana (AWhy)

 

BERITA TERKAIT