Daerah Headline Politik

Barisan Celeng Dukung Ganjar 2024, Bikin Panas PDIP Jateng

DPD PDIP Jawa Tengah bergejolak lantaran ada sejumlah kader yang ingin agar partai mengusung Ganjar Pranowo menjadi calon presiden (ANTARA FOTO)
DPD PDIP Jawa Tengah bergejolak lantaran ada sejumlah kader yang ingin agar partai mengusung Ganjar Pranowo menjadi calon presiden (ANTARA FOTO)

JAKARTA, Bukaberita – Menghadapi 2024, suhu politik cukup memanas. Situasi internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), mulai tampak bergolak di Jawa Tengah (Jateng), setelah sejumlah kader mendeklarasikan DPC Seknas Ganjar Indonesia (SGI), Kabupaten Purworejo pada (25/09).

Deklarasi ini dilakukan oleh beberapa kader, untuk mendukung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjadi calonPpresiden (Capres) di Pilres 2024.

Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryanto alias Pacul, menyebut oknum kader PDIP yang mendeklarasikan Capres, mendahului arahan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri telah keluar dari barisan.

” Di Partai PDIP itu yang di luar barisan bukan banteng, itu namanya celeng. Jadi apapun alasan itu yang deklarasi, kalau di luar barisan ya celeng,” ujarnya di Sukoharjo.

Ketua DPC SGI Purworejo yang juga kader PDIP, Albertus Sumbogo menyerang balik dengan menyatakan bahwa kader PDIP di Jateng sekarang bermental pesuruh, bebek, dan beo di bawah kepemimpinan Pacul.

“Di bawah tekanan kepemimpinan beliau (Pacul), lahirlah kader-kader dengan mental babu, bebek dan beo,” kata Albertus kepada awak media, Selasa (12/10).

Albertus mengatakan, Pacul bukan pertama kali mengeluarkan pernyataan bernada keras dan mengakui tindakan yang dilakukan Pacul itu bertujuan untuk merapatkan barisan.

Namun Wakil Ketua DPC PDIP Purworejo, itu menilai tindakan Pacul justru bisa berdampak kurang sehat bagi mental kader.

“Dalam beberapa hal itu tepat dan berhasil, tetapi dalam banyak hal Pak Bambang Pacul telah mengubah jiwa para kader menjadi seperti pesuruh, kon ngalor, ngalor, kon ngidul, ngidul,” ujarnya.

Wakil Bendahara DPD PDIP Jateng, Dede Indra Permana Soediro, merespons pernyataan Albertus. Ia menyampaikan, DPD PDIP Jateng justru menorehkan banyak prestasi elektoral di bawah kepemimpinan Pacul.

Salah satunya, DPD PDIP Jateng berhasil memperoleh 42 kursi dari total 120 kursi di DPRD Jateng periode 2019-2024.

Hal yang tak kalah penting lainnya ialah kemenangan Ganjar di Pilkada Jateng 2013 dan 2018 terwujud karena barisan partai solid dan tegak lurus menjalankan rekomendasi Megawati.

Berangkat dari itu, Dede meminta Albertus melihat perkembangan prestasi elektoral di Jateng dari kenaikan kursi, baik di legislatif maupun di eksekutif.

Dia juga meminta Albertus bersikap tertib dalam berorganisasi karena sosok yang bisa menentukan Capres yang akan diusung pada Pilpres 2024 hanya Megawati.

Barisan Celeng Berjuang

Setelah istilah celeng viral, SGI Kabupaten Purworejo membuat logo bertuliskan Barisan Celeng Berjuang. Logo tersebut berbentuk kepala celeng dengan taring panjang berwarna putih.

Salah satu penggerak SGI Kabupaten Purworejo sekaligus kader PDIP, Eko Lephex, mengaku hanya membuat bagian tulisan dari logo tersebut. Sementara bagian gambar, diambil dengan melakukan penelusuran di Google.

“Itu gambar bukan saya yang buat, kalau tulisan Barisan Celeng Berjuang saya yang buat. Gambar dari google-logo,” kata Eko.

Ia mengaku tidak memiliki tujuan apapun dalam mencantumkan tulisan Barisan Celeng Berjuang tersebut. Menurutnya, hal tersebut dilakukan hanya iseng-iseng saja.

Sementara itu, Albertus kembali angkat suara. Ia mengaku prihatin dengan sebutan celeng yang dilontarkan oleh Pacul kepada kader PDIP pendukung Ganjar.

Namun, menurut Albertus, sebutan celeng itu justru bisa menjadi semangat bagi para pendukung Ganjar untuk tetap berjuang.

“Meskipun dianggap celeng tetap harus berjuang untuk kebenaran dan nuraninya,” ucap Albertus. (Tri.W/Red)

 

 

BERITA TERKAIT