Daerah Headline Indeks Nusantara

1.048 Jemaah Haji di Banyuwangi Gagal Berangkat untuk Kedua Kali, Kemenag Sarankan CJH Tak Ambil Uang Setoran

BANYUWANGI, BUKABERITA – Pemerintah mengumumkan keputusan penundaan keberangkatan haji tahun ini.

Kepastian itu mengemuka setelah terbitnya Keputusan Menteri Agama RI Nomor 660 Tahun 2021 tentang pembatalan keberangkatan calon jamaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 Hijriah.

Dengan demikian sebanyak 1.048 calon jemaah haji (CJH) di Banyuwangi gagal berangkat untuk yang kedua kali.

“Di Kabupaten Banyuwangi ada sebanyak 1.048. Tahun ini kita tak memberangkatkan haji. Artinya ini tahun kedua tidak menyelenggarakan haji,” kata Kasi Ibadah Haji Kantor Kemenag Banyuwangi, Moh Jali, Jumat (4/6/2021).

Kepada warga yang gagal berangkat haji, Jali meminta untuk menerima keputusan tersebut.

Sebab menurutnya kebijakan yang diambil pemerintah ini sudah yang terbaik.

“Karena ini kebijakan pemerintah, saya yakin betul ini kebijakan terbaik baik untuk jemaah dan petugas. Banyak hal yang dipertimbangkan,” kata dia.

Menurutnya warga yang sudah terdaftar juga akan menjadi prioritas pada pemberangkatan haji tahun berikutnya.

Ia mengakui setelah ada keputusan pembatalan, banyak calon jemaah haji yang mempertanyakan nasibnya.

“Ini mereka yang gagal berangkat mendapatkan prioritas. Saya bersukur berterimakasih pada seluruh masyarakat Banyuwangi yang sadar dan paham,” katanya.

Dia menambahkan, dengan pembatalan ini, masyarakat bisa mengambil dana haji yang telah disetorkan.

Namun ia menyarankan agar jemaah tak melakukannya.

Jika diambil seluruhnya maka hak kepesertaannya bisa hilang.

“Jemaah kalau ambil uangnya diambil silakan, namun saran pribadi saya kalau perlu jangan diambil uang seluruhnya atau setoran awalnya,” sarannya.

Namun sejauh ini belum ada calon jemaah haji yang mengambil uang setoran hajinya. [*]

sumber: kompas.com

baca juga :

Menjelajah Air Terjun Ketemu Jodoh

Kinerja Bank Jatim Meningkat, Investor Domestik Dominasi Saham “Seri B” Bank Jatim

Kisruh Kampung Miliarder di Takalar, Warga Ditangkap hingga Ganti Rugi Dianggap Tak Adil